#ProyekCerpen5000Kata | 1000 Kata Pertama

Sebenarnya… sebenarnya aku sudah kepikiran untuk membuat jurnal rutinitasku dalam menulis cerpen (yang sebetulnya adalah tugas kampus) ini sejak beberapa hari lalu, tetapi ternyata aku baru mood menuliskannya hari ini.

O, ya. Mungkin kalian udah tahu, kalau aku terinspirasi dari jurnal yang ditulis Dee Lestari ketika menyusun ulang novel Perahu Kertas–tahun 2007 lalu.

Yap. Baru-baru ini aku baca ulang buku itu, dan setelah selesai membaca aku tergerak membaca blognya Dee. Dan, ya, aku terinspirasi. Sangat terinspirasi.

Tak lama kemudian, datanglah tugas kampus yang bejibun. Salah satunya tugas menulis cerpen sejumlah 5000 kata atau lebih dalam waktu sepekan. SEPEKAN. Kebayang nggak tuh. Mengingat bukan cuma tugas itu yang harus dikerjakan. 🙃

(Sebetulnya ada tugas yang sepaket dengan itu; menulis naskah drama dua babak. Namun, mari kita fokus ke cerpen dulu).

Ya, jadi tugasnya itu diberitahu entah hari jumat atau kamis yang lalu dan akan dikumpulkan sepekan setelahnya.

DAN.. aku baru mulai menulis kemarin banget. Kemarin, setelah h+3 tugasnya disampaikan. Betapa malasnya diriku. Namun, demikianlah caraku. Aku baru akan menulis kalau mood baikku terkumpul total. Sebetulnya aku sudah menulis 500 kata pertamaku dua hari yang lalu–but, aku tidak srek dengan apa yang kuhasilkan. Jadi, sambil menunggu inspirasi muncul secara tiba-tiba, goleranlah aku di kasur sambil mendengar lagu-lagu zaman dulu. Dan ternyata caraku berhasil.

Malam harinya (kemarin malam, tepatnya) aku berhasil menyelesaikan 1000 kata pertama (tanpa mengambil 500 kata yang sudah kubuat sebelumnya). Nasib 500 kata yang sebelumnya kubiarkan teronggok saja di laptop. Kubiarkan. Aku mugkin tidak akan membukanya sebelum proyek ini selesai. Alasannya? Karena aku tidak ingin ‘menganggu’ plot cerita baru yang telah kususun ini.

Btw, seribu kata pertamaku kudapat selama 30 menit–atau lebih sebelum tidur. Dan aku mulai memahami diriku, munculnya inspirasiku adalah pada jam-jam itu. Jam-jam ngantuk yang benar-benar membuatku HARUS memilih apakah inspirasi itu perlu kutangkap atau memilih melanjutkan tidur saja.

Dan pilihanku jatuh pada pilihan pertama. Well, aku berhasil. Seribu kata pertama kudapatkan. Aku cukup puas dengan plot yang kuhasilkan (jarang-jaranh, lho, aku mengakui kepuasanku pada apa yang kukerjakan).

Dan aku bisa tidur nyenyak tanpa diganggu oleh inspirasi yang terus melayang karena tak kutangkap.

Jadi, begitulah aku mendapatkan 1000 kata pertamaku.

Mari membaca kelanjutan ceritaku mendapatkan 1000 kataku yang kedua. Semangat!

Kucca

3 responses to “#ProyekCerpen5000Kata | 1000 Kata Pertama”

  1. Kalau butuh bantuan menulis.. aku bisa bantu.. hehehe..

    Atau kalau mbak gak butuh.. temen mbak juga boleh..

    Dibayar juga boleh..

    Salam kenal,
    Lion

    Liked by 1 person

    • Namanya tugas, sudah jadi tanggung jawab saya menyelesaikannya. Teman saya juga demikian. Kami sama sekali tidak kerepotan, malah menyenangkan. Terima kasih tawarannya hahaha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: