Tips Ala Kucca: Cara untuk Lepas dari Instagram

Di sini, ada yang masih aktif menggunakan Instagram?

Mungkin ada yang menjawab tidak, tetapi kalau dugaanku benar, akan lebih banyak yang menjawab, “Ya, masih.”

Kalau kamu adalah seseorang yang selama ini merasa jenuh dengan Instagram karena alasan-alasan tertentu dan kamu ingin melepaskan diri dari media sosial satu ini dan kesulitan melakukannya, maka kamu membaca tulisan yang tepat: Insha Allah. πŸ˜…

Sebagai media sosial, Instagram seperti punya daya tariknya sendiri hingga orang-orang terkadang mendapati dirinya tidak bisa lepas dari Instagram barang sehari pun.

Apa kamu juga begitu?

Aku begitu.

Tapi itu dulu, beberapa bulan lalu. Ketika itu, setiap kali baru menyalakan hape, pasti jari-jari ini otomatis mengeklik ikon Instagram. Pokoknya sedari aku menginstal Instagram beberapa tahun yang lalu, aku juga meyakini benar bahwa Instagram mampu ‘menghipnotis’ kita untuk berlama-lama memantau timeline alias foto-foto, instastories, video, komentar dan sebagainya sampai-sampai membuat kita lupa waktu.

Dari yang semula niatnya cuma mau intip akun si Mawar eh malah lanjut intip akun si Melati kemudian ternyata si Anggrek ngelike fotonya si Melati, lanjut lagi deh meluncur ke akun si Anggrek. Dan seterusnya–dan seterusnya. Sampai enggak sadar dari cas yang semula 99% hanya sisa 15% aja. Hmm…

Padahal sebenarnya tidak terlalu banyak manfaat yang kita dapatkan dari hasil ‘memantau’ itu, kecuali beberapa gossip artis kenamaan, mungkin? (Kalau itu bisa dibilang manfaat, sih). 😸

Sisi buruknya justru banyak sekali. Mulai dari kuota yang cepat habis sampai banyaknya pekerjaan yang terbengkalai.

Menyadari hal itu, aku memilih berhenti menggunakan Instagram untuk saat ini. Soalnya uang yang dikeluarkan untuk kuota sangat tidak main-main. S a n g a t.

Pengecualian buat yang hapenya bisa pakai kartu yang unlimited ya. Hapeku mah apa atuh, hiks. 😹

Jadi apa langkah pertama untuk mulai lepas dari ‘ikatan’ Instagram?

Move on itu tidak mudah. Aku tahu. Termasuk move on dari Instagram ke media sosial lain yang lebih bersahabat dengan ‘kantong mahasiswa’. Jadi kalau belum bisa segera move on, kita tidak harus memaksakan diri juga untuk segera melakukan uninstall pada aplikasi satu ini.

Pertama-tama, kita hanya perlu membatasi diri untuk menggunakan Instagram. Kita bisa mengatur waktu tersebut di pengaturan Instagram. Misalnya, kita ingin membatasi diri hanya menggunakan Instagram selama 30 menit dalam sehari, maka saat kita sudah sampai pada batas 30 menit itu, Instagram akan memberi peringatan.

Tetapi, lagi-lagi. Kita harus mematuhi benar peraturan yang sudah kita buat sendiri. Jangan sampai Instagram mengingatkan, tetapi kitanya juga tetap abai dan memilih untuk terus membuka Instagram. Itu sih sama aja boong. 😹

Setelah terbiasa dan mematuhi pembatasan itu, maka pelan-pelan kita juga akan terbiasa ‘sehari tanpa Instagram’. Namun, kalau ternyata itu masih tidak mempan juga, langkah kedua yang bisa kita lakukan adalah dengan log out dari Instagram.

Ini hampir sama keadaannya dengan pembatasan waktu tadi. Kita hanya dituntut untuk mematuhi aturan, bahwa ketika kita mengeklik ikon Instagram dan yang muncul adalah perintah untuk log in maka, jangan. Jangan log in. Patuhi aturan kita sendiri.

Setelah terbiasa dengan langkah pertama dan langkah kedua, kita akan semakin terbiasa dengan hape tanpa Instagram. Oleh karena itu kita bisa melangkah ke tahap berikutnya, yaitu langkah ketiga. Langkah ketiga adalah uninstall Instagram.

Saat kita sudah tidak menganggap Instagram sebagai sesuatu yang penting, maka kita akan dengan mudah melakukan uinstall terhadap aplikasi itu. Percayalah.

Langkah berikutnya adalah pilih media sosial lain yang mampu membuatmu jauh lebih produktif dibandingkan ketika menggunakan Instagram, contohnya: WordPress, Wattpad, Blogger dan sebagainya–yang sekiranya membuat kuotamu tak cepat habis dan sekaligus tak terbuang percuma.

Jadi, demikianlah bagaimana saya akhirnya bisa melepaskan ikatan dari Instagram. Bagaimana denganmu? Apakah masih terikat atau sudah tidak?

Berbagi dong, hehe. 😸😸😸

.

.

.

🌻 September 2019


Officially Auntie!

Keponakanku sebenarnya lahir bulan Januari lalu, tetapi peranku sebagai seoarang auntie alias tatta (begini keluarga kami menyebutnya) baru benar-benar terasa beberapa bulan terakhir ini, tepatnya saat libur panjang dimulai, pertengahan bulan Ramadhan lalu.

Pagi tadi, karena mamanya Ayf, harus mendatangi sebuah acara aqiqah sepupu jauhnya si Ayf, akhirnya aku dan Ibu yang bertugas menjaga si kecil.

πŸ‘Ά Main

Ayf adalah anak yang cenderung tidak rewel, jadi menjaganya pun cukup mudah. Aku dan Ibu hanya perlu bergantian menggendong dan aku akan menyanyikan lagu tepuk-tepuk tangan atau main cilukba sampai dia bosan (yang ditandai dengan Ayf menggaruk-garuk kepalanya). πŸ˜…

πŸ‘Ά Tidur

Setelah bosan bermain, Ayf tertidur. Entah kenapa tadi pagi dia bisa cepat terlelap, padahal sama sekali tidak diputarkan lagu ninabobo, seperti biasanya. Mungkin karena terlalu ngantuk. Di bagian ini, Ibu yang memegang banyak peranan, untuk mengayun supaya Ayf bisa lebih lama tertidur.

πŸ‘Ά Mandi

Pukul sepuluh lewat sekian, Ayf bangun. Itu berarti waktunya Ayf mandi. Aku bertugas memasak air untuk Ayf, supaya air yang akan dipakai mandi olehnya enggak dingin-dingin amat. Ibu yang mengambil peran untuk memandikan sampai memasangkan baju. Setelah itu, aku kembali mengajaknya bermain (gendong, tepuk tangan, menyanyi apa saja, panggil kucing atau ayam, karena si Ayf suka).

πŸ‘Ά Makan Biskuit

Setelah bermain, saatnya makan buskuit Milna! Ibu yang memasak air panas untuk mengencerkan biskuit tadi, kemudian menyuapi Ayf, sementara aku memangku Ayf. Agak kewalahan sebenarnya, soalnya Ayf sekarang senangnya berdiri (padahal duduk aja masih suka jatuh ke belakang, haha πŸ˜…).

Ayf sepertinya memang lapar, soalnya makannya lahap banget. Satu biskuit Milna pun akhirnya dihabiskan. Yeay! *Prok-prok-prok* πŸ˜…

πŸ‘Ά Tidur Siang

Setelah kenyang makan satu biskuit Milna, si Ayf akhirnya diayun untuk tidur siang. Kali ini, agak susah menidurkannya, mungkin karena masih lapar dan ibunya masih belum pulang. Setelah sekian lama aku, Ibu, satu empeng, dan lagu Sabyan berusaha menidurkan Ayf, akhirnya ia lelap juga. Syukurlah. πŸ˜…

Ayf tidur sekitar sejam lebih lalu terbangun tepat ketika papa dan mamanya sudah balik. πŸ˜…

Wah, aku akhirnya benar-benar merasakan jadi seorang auntie. 😹

.

.

.

πŸ’­ July, 2019

Nostalgia

Ada banyak hal yang dapat membuat kita terkenang akan masa kecil, entah itu sebuah tempat, makanan, atau suasana tertentu. Bahkan di saat-saat dewasa ini, mungkin kita pernah mengalami hal semacam de javu dan ujung-ujungnya teringat pada kejadian yang pernah kita alami di masa kecil.

Kamu sendiri, apa yang kemudian kadang membuatmu teringat masa kecil?

Selain yang kusebutkan di paragraf pertama tadi, aku sendiri banyak terkenang masa kecil karena lagu-lagu soundtrack dari filem India, yang akhir-akhir ini sering ditayangkan ulang di televisi.

Seorang Kucca kecil (iya, aku juga pernah kecil kalik!πŸ˜…) sebenarnya banyak melewati masa kanak-kanaknya dengan keluarga besar yang hampir semuanya menyukai serial atau filem India. Orang yang memegang peranan penting hingga menjadikan masa kanak-kanakku begitu terikat kuat dengan lagu India adalah tante dan sepupu-sepupuku.

Dari cerita yang kudengar, pada tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an mereka sempat tinggal di Malaysia dan kabarnya, saat itu serial dan filem India menjadi primadona banyak orang, termasuk keluargaku ini. Tanteku bahkan mengoleksi kaset India original, lho.

Lantas, di usiaku yang menginjak tiga-empat tahun (aku tidak terlalu yakin soal ini, mungkin saja lebih dari itu), dan mereka akhirnya kembali ke Indonesia, aku sering ke rumah tanteku itu, pokoknya tiap kali ke sana aku pasti selalu mendengar lagu India yang mereka putar di VCD atau pun mereka nyanyikan langsung. Omong-omong, tanteku ini jago nyanyi, apalagi lagu India. Kalau aku, jangan ditanya. Kamu bisa menebaknya sendiri alias enggak bisa sama sekali.πŸ˜…

Pendek cerita, aku akhirnya jadi keseringan mendengar lagu-lagu India itu, mulai dari Kuch-kuch Hotahai (iya, yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Kucca-Kucca Hotahai, haha) sampai Oh My Darling! πŸ˜…

Anak-anak masa dengar lagu begitu, ya? Untungnya enggak tahu artinya. πŸ˜…

Koi mujhe pooche how are you
Koi mujhe bole how do you do
Kabhi koi mujhse na kahe
Oh my darling I love you

Oh My Darling – OST Mujhse Dosti Karoge

*auto nyanyi deh* πŸ˜…

.

.

.

πŸ’­ July, 2019


‘Kucca-Kucca Hotahai🌻

Senam Jantung Semi Final Ganda Putra Jepang Terbuka 2019

Hari ini sudah memasuki semi final Daihatsu Yonex Japan Open 2019, dan beruntung Indonesia berhasil mengirim wakil ke semi final yang kemudian empat di antaranya akhirnya melaju ke babak final esok hari.

Pertama, ada ganda campuran Praven/Melati yang berhasil mengalahkan wakil Indonesia lainnya, yaitu Hafiz/Gloria dengan kemenangan 21-15 | 21-18. It’s Okay, yang jelas ada wakil Indonesia di sektor ganda campuran di final, hehe.

Omong-omong, ini kok jadi malah kayak nulis berita olahraga, yak?

Kemudian, ada Jonatan Christie yang penampilannya bisa dikatakan cukup mulus menghadapi wakil dari Denmark, Jan O Jorgensen, hanya dalam dua gim. Mantap, Jo!

Berikutnya yang tak kalah memuaskan adalah pasangan The Daddies yang akhirnya berhasil mengalahkan tim dari tuan rumah, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan cukup apik. Ya, padahal sih kukira tadinya The Daddies yang akan membuat penonton–termasuk aku–senam jantung, macem biasa. Tapi perkiraanku jauh meleset dan justru The Minions-lah yang akhirnya benar-benar bikin senam jantung. Namun, karena mereka adalah The Minions, mereka selalu bisa memberikan kejutan-kejutan sekaligus hiburan bagi penggemar maupun lawannya sendiri, seperti yang sudah-sudah.

Setelah tadi sempat bikin nyaris putus asa di awal-awal gim pertama karena tertinggal sampai 0-5, akhirnya di akhir gim pertama mereka bisa mengejar hingga skor 16-21. Meski kalah di gim pertama, pada akhirnya mereka bisa menyamakan kedudukan 1-1 setelah memenangkan gim kedua dengan skor 21-11, yang tentu dibumbui dengan aksi-aksi tengil si Kevin yang selalu bikin gemeeeees. πŸ˜…

Permainan di rubber game jadi penentuan sekaligus yang paling bikin senam jantung, soalnya beberapa kali The Minions melakukan kesalahan sendiri bahkan di poin-poin kritis. Namun, The Minions akhirnya bisa kembali menemukan ‘jati-diri’ mereka dan merebut tiket ke final dan siap bertarung dengan The Daddies, mengulang final di Blibli Indonesia Open 2019, seminggu sebelumnya.

Good Luck, andalan-andalanku! Besok harus tampilkan yang terbaik. 🌻

P.S: Semoga aja enggak ada istilah siaran diacak di TVRI esok hari.

βœ’July, 2019

Gambar: Facebook BadminTalk

‘Kucca-Kucca Hotahai🌻

Fangirling: Dari Drummer Hingga Youtuber

Sejak dari zaman aku masih kelas 5 SD tahun 2009, aku bahkan sudah ‘menekuni’ kegiatan nge-fangirling, meski istilah itu sendiri masih terlalu asing buat diriku 10 tahun yang lalu.

Omong-omong soal fangirl, aku akan sedikit membahas orang-orang yang boleh dibilang kuidolakan (meski tak sefanatik 10 tahun lalu lagi, dong!) yang tentunya berasal dari berbagai macam profesi.

1. Ray Prasetya | Drummer

Si Gonrong Cakep alias Ray Prasetya. Jebolan Idola Cilik 3 ini, sekarang sukses menekuni profesinya sebagai seorang drumer, meski ia sendiri dikenal dari ajang pencarian bakat menyanyi. Ia kuidolakan semenjak di acara Idola Cilik itu, sepuluh tahun lalu.

2. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon | Athlete

Bukan The Minions namanya kalau tidak menyebut kedua-duanya. Andalan ganda putra bulutangkis Indonesia ini baru benar-benar kuidolakan kurang dari dua tahun lalu, tapi pertama kali menyaksikan permainannya langsung membuatku takjub, terutama si Kevin dengan aksi tengilnya dan juga kecepatan mereka saat bermain di lapangan. Pokoknya tipikal pemain yang memang pantas mendapat pujian dari siapa pun, deh!

3. Marvin Sulistio | News Anchor

Kamu kenal enggak? Dia adalah seorang pembawa berita di Metro TV. Selain karena ia cakep, aku juga suka bagaimana cara ia membawakan berita.

4. David ‘GadgetIn’ | Youtuber

Iya! Aku juga mengidolakan David yang pernah kubahas di tulisan sebelumnya itu. Meski sebenarnya wajahnya jarang muncul di setiap videonya di youtube, sih.

5. Pradikta Wicaksono | Singer/Actor

Yap. Dikta memang baru kuidolakan semenjak Teleseri Cinta dan Rahasia 2 ditayangkan kembali di Net Tv beberapa waktu lalu, hehe.

6. Lainnya

Di urutan keenam ini, mengapa subjudulnya jadi ‘lainnya’ karena sebetul-betulnya aku juga kebingungan siapa lagi sebenarnya orang-orang yang kuidolakan?!

Lucu, memang. Tapi mungkin bolehlah kalau aku menaruh beberapa idol Korea Selatan di sini. Dan mereka adalah Lee Min Ho, Ji Chang Wook dan Siwon. Sejauh ini, aku hanya menyebut ketiga itu, karena pada dasarnya, aku bukan penggemar ‘berat’ dunia K-POP (lagi) dan hanya ketiga nama itu yang muncul pertama kali di kepalaku.

Selain mereka, aku juga mengidolakan Mark Marquez pembalap itu!

Ah, ternyata idolaku tak banyak-banyak amat. Aku menyadari benar hal itu. Bahkan saat ini pun aku tak punya banyak kesempatan untuk nge-fangirling karena terlalu banyak hal lain yang jauh lebih penting yang perlu kulakukan.

P.S: Kalau ngefangirling-nya tokoh fiksi dari novel yang sudah kubaca, tentu enggak bakal sesedikit ini sih. *ketawa sinis*

Gambar: Pinterest

‘Kucca-Kucca HotahaiπŸ’›

5 Kanal Youtube Langganan Kucca

sumber: pinterest

Sebenarnya, aku ini bukan anak-youtube-benget, sih. Hanya saja, untuk beberapa hal aku selalu mengandalkan youtube, menemukan sesuatu yang baru, misalnya.

Dari beberapa kanal yang ku-subscribe, ada lima di antaranya yang menjadi kanal favorit aku.

1. GadgetIn

Hayo, siapa yang tidak kenal GadgetIn yang terkenal dengan: “Halo! David di sini!”-nya?

Sesuai namanya, GadgetIn membahas seputar gadget atau gawai terbaru. Biasanya, David, yang menjadi ‘aktor utama’ kanal ini, akan melakukan unboxing gawai terbaru kemudian memberikan ulasan mengenai gawai tersebut. Hal yang menarik adalah, si David ini juga kerap kali membawa para subscriber-nya untuk jalan-jalan ke tempat-tempat launching gawai tersebut.

Pokoknya menarik dan seru, deh!

2. 5 Minute Crafts dan 5 Minute Crafts Teen

Kedua kanal youtube ini juga menjadi kesukaan aku karena selain unik kanal ini juga memberiku motivasi untuk membuat swakriya, meski aku sama sekali masih hanya-sekadar-termotivasi tanpa eksekusi. πŸ™‚

3. Nara-Z

Nara-Z yang dipandu oleh Kak Fenty (aku lupa nama lengkapnya) adalah kanal youtube bagian dari narasi.tv. Di kanal ini, pembahasannya adalah seputar buku dan penulis, baik itu sebuah ulasan buku atau bincang-bincang dengan penulis buku. Pokoknya Nara-Z adalah kanal yang aku-banget. Hehe πŸ™‚

4. Daftar Populer

Kanal ini semacam On The Spot yang ada di Trans 7 itu, lho. Hehe. Seperti yang bisa kamu tebak, kanal ini berbagi informasi populer dari berbagai titik di dunia ini.

5. Hujan Tanda Tanya

HUTATA. Begitu nama bekennya. Kanal ini ada untuk menjawab berbagai pertanyaan yang sering timbul dalam benak kita. Mereka menyajikan informasinya dengan cara yang seru sekaligus menyenangkan. Kanal ini cocok buat siapa pun yang punya tingkat ke-kepo-an yang tinggi. πŸ™‚

Jadi, apakah kamu akhirnya berniat menjadi subscriber mereka? πŸ™‚


Kucca-Kucca HotahaiπŸ’›

Sisi Lain ‘Aku’

Kupikir, sekali-kali kita perlu terbuka pada diri sendiri. Jujur pada diri sendiri tentang siapa kita sebenarnya. Terlalu melelahkan selalu tampil perfeksionis di depan umum, padahal jangan-jangan semuanya hanya pura-pura. Ingin selalu dikenal dengan citra baik dan melupakan jati diri, apa tak melelahkan?

Kupertegas sekali lagi, tak semua hal harus diiyakan, kok. Daripada kau mengiyakannya, sementara hatimu menolaknya, uh, khawatir kamu sakit.


pinterest

Sebenarnya, aku banyak menghabiskan waktu untuk menentukan akan mengunggah ini atau tidak, karena kurasa menjelaskan diri kita ke orang-orang itu sesungguhnya perbuatan yang melelahkan dan tak ada habisnya. Namun, tulisan ini tak bermaksud ke situ. Tulisan ini tak bermaksud menunjukkan ‘aku’ ke ‘kamu’. Tulisan ini diunggah murni untuk diriku sendiri, untuk ‘aku’ di masa mendatang. Sebagai pelajaran. Sebagai memori. Sebagai introspeksi.

Dulu, aku susah sekali mengungkapkan pendapat bila ada pendapatku yang tahu-tahu bertentangan dengan pendapat orang lain. Jadinya malah nyesek sendiri. Sekarang, aku mencoba keluar dari situ, dan mengatakan apa yang perlu kukatakan dan diam pada apa yang memang seharusnya.

Sebelum aku menulis hal-hal yang membuatku jadi orang menjengkelkan, aku akan mempertegas sekali lagi; aku ini benar-benar manusia menjengkelkan dan menyebalkan lho. Kamu jangan kaget.

Pertama, aku tidak segan-segan menolak bila ada yang ingin meminjam barang-barangku bila barang itu kuanggap penting. Aku tidak segan bilang, “Oh, barang itu tidak kupinjamkan ke orang lain.”

Kedua, alasan kedua mengapa aku menjengkelkan masih berhubungan dengan alasan pertama. Aku, selalu skeptis terhadap orang-orang yang belum kukenal dekat. Jadinya, apabila mereka ingin meminjam barangku, pasti dalam hati aku berbisik, “Pasti dia enggak bakalan jaga barangku dengan baik.” Intinya aku orang yang kurang percayaan sama orang lain.

Ketiga, kalau kamu meminta bantuan dan aku sedang tidak mood, ya aku tidak mau. Biasanya akan kujawab dengan, “ndak mau.” atau menggeleng, atau sekadar diam. Pokoknya tidak senang saja diganggu, lebih-lebih bila sedang tidak mood.

Keempat, aku tidak suka bila ada orang yang bertamu tanpa memberitahu sebelumnya bahwa ia akan datang.

Kelima, tidak bisa menjalin hubungan baik dengan banyak orang. Percayalah, aku tidak pandai berteman.

Keenam, aku bersifat ‘seenakku saja’. Ya ini egois. Dan aku memang, ehem, sedikit egois, kurasa.

Ketujuh, aku tidak senang bila barang-barangku atau hal-hal yang kusuka juga disukai orang lain secara tiba-tiba. Ya, serius! Terkadang aku sendiri juga risi dengan pribadiku yang satu ini wkwk.

Kedelapan, aku bukan tempat curhat yang baik. Percayalah, masalahmu tak akan benar-benar dapat solusi bila kaucurhat denganku.

Kesembilan, jangan mengajakku bicara kalau kaulihat aku sedang serius mengerjakan sesuatu, atau kamu akan terabaikan. Bukan apa-apa, aku tidak bisa fokus pada lebih dari satu hal.

Kesepuluh, aku tipe orang yang tidak tahu bagaimana caranya peduli pada orang lain tanpa terkesan dibuat-buat. Ini sungguhan.

Banyak juga, ya?

Dan ya, aku tahu dan sadar bahwa aku orang yang menjengkelkan haha. Maaf-maaf saja, ya. Risiko temanan sama Kucca.


KuccaπŸ’›