Untuk Perempuan; Untuk Kita

“Apakah aku sudah cukup baik untuk mereka?”

Pertanyaan itu tiba-tiba muncul. Padahal, hei, siapa sih yang menuntut kita untuk menjadi sempurna? Dan apa sebenarnya kesempurnaan itu? Standard kesempurnaan mana pula yang mesti dipenuhi?

Kamu berharga dengan apa adanya dirimu. Kamu istimewa dengan segala kelebihan pun kekurangan yang kamu miliki.

Pernah dengar kisah Muniba Mazari? Ia adalah perempuan dengan julukan Iron Lady di negaranya, Pakistan. Ia pernah mengatakan bahwa: we all are perfectly imperfect.

Ia menikah pada umurnya yang masih sangat belia, 18 tahun, karena menuruti permintaan ayahnya. Ia mengaku bahwa pernikahannya sama sekali jauh dari kata bahagia. Tahun kedua pernikahannya, ia mengalami kecelakaan mobil hingga membuatnya harus kehilangan kemampuannya untuk berdiri dan sampai kini ia harus terus menerus bergantung pada kursi roda. Dua tahun ia harus terbaring di rumah sakit, suaminya meninggalkannya begitu saja pada saat-saat ia membutuhkan perhatian ekstra. Ia mungkin hampir mencapai titik keputusasaan. Namun, pada saat saat keterpurukannya itu, ia tekun menjalani hobi yang selama ini ia sukai; melukis. Sampai suatu hari, dunianya yang gelap kembali diterangi oleh warna-warni dari lukisannya. Seseorang datang membeli semua lukisan-lukisan itu, menyalakan kembali warna yang meredup dalam dunianya. Kini, ia adalah motivator yang bahkan dikenal banyak orang di luar negaranya.

Aku tidak pernah bosan mendengar kisahnya; baik yang ia sampaikan langsung (yang tentu saja kulihat lewat video di youtube) ataupun di blog orang lain. Setiap kali aku mendengar atau membaca kisahnya kembali, aku selalu berkesimpulan; Ia mungkin terpuruk, tetapi ia tidak pernah berhenti percaya. Percaya pada Tuhan, takdir dan dirinya sendiri.

Kita tidak akan pernah bisa memenuhi tuntutan orang-orang di sekitar kita, begitu kata motivator. Apabila setiap yang kita lakukan selalu didasarkan pada apa yang menjadi standard orang lain atau orang kebanyakan, pada akhirnya kita tidak akan pernah puas. Maka dari itu, mari buat standard kita sendiri, standard kebahagiaan kita, standart kecantikan kita dan standard-standard lainnya, maka kita akan selalu merasa cukup, menghargai apa adanya kita, dan selalu percaya bahwa kita istimewa; karena kamu adalah kamu dan aku adalah aku.

Tonton Kisah Muniba Mazari di Sini.

Rabu, 11 November 2020

2 responses to “Untuk Perempuan; Untuk Kita”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: