Langit, Awan dan Bumi

Menurutmu, apabila langit bisa bersuara, apakah ia akan kesal pada awan yang telah membuatnya seolah tak terlihat?

-Potret mendung dari sisi lain Bumi Latemmamala-

Sementara gumpalan awan itu terus berarak, bekerja sama membentuk formasi demi menarik perhatian, seoalah tak ingin memberi celah sedikit pun bagi langit untuk sekadar menampakkan pesonanya.

Tapi langit tetap kokoh–sama sekali tak terusik.

Langit tak pernah marah apalagi peduli. Ia tak mau buang-buang waktu mengurusi pergerakan awan di bawahnya. Langit tahu, bagaimana pun awan berusaha keras menutupi dirinya, tanpa perlu penjelasan apa pun, toh bumi selalu tahu langit akan selalu berada jauh di atas awan–dan awan-awan itu hanya penghalang yang tak lama lagi melebur lalu menyatu dengan bumi.

.

.

.

🏡 April 2020

One thought on “Langit, Awan dan Bumi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s