Dilema

Tadinya aku bukan ingin menulis postingan sesuai judul yang barusan kalian baca.

Namun, karena satu dan lain hal yang membuat mood menulisku kacau—gangguan ponakan yang mulai rewel, suasana yang kurang menyenangkan di kamar tempatku menulis ini dan segala macam embel-embel lainnya—akhirnya yang terjadi malah tulisan yang pada akhirnya kalian baca ini menjadi sebuah curcol panjang yang—ehm—boleh jadi turut merusak mood kalian.

Sampai di sini bila kalian tidak senang dengan tulisan ini, berhenti saja. Tak ada sesuautu yang menyenangkan di bawah—kutegaskan. Isinya hanya uneg-uneg yang meminta diempaskan keluar dari alam pikiran di tengah situasi yang kacau balau. Dan itu membuatku terpaksa duduk di hadapan laptop demi mengetikkan semua ini demi satu kata; lega.

Duh, kenapa jadi seemosional ini, ya? Kuharap atmosfer yang kurasa sedikit ‘ngegas’ ini tidak sampai bikin kalian muak.

Sepuluh hari yang lalu aku memutuskan untuk sementara meninggalkan kosan dan balik ke kampung—setelah berkali-kali dilema antara pulang atau tidak, tentu saja. Kebetulan juga kampus menerapkan sistem kuliah full daring sebagai akibat dari pandemi Covid-19, jadi sebenarnya tak masalah kuliah di kampung asal jaringan cukup memadai.

Sepuluh hari yang lalu, situasi masih boleh dibilang cukup aman untuk pulang kampung meski Sulawesi-Selatan saat itu sudah menyatakan ada dua korban yang positif. Sebenarnya karena pengumuman itu jugalah yang membuatku memutuskan untuk cepat-cepat pulang kampung, takut kalau-kalau Makassar sampai melakukan karantina wilayah. Bagaimanalah nasib kami, anak kosan, yang kalau mau makan saja harus keluar dulu, hiks.

Pokoknya setelah menelpon Ibu, lama curhat dengan teman-teman di beberapa grup, meminta pendapat mereka, menimbang mana baiknya, akhirnya keputusan untuk pulang kampung berada di timbangan paling berat, wkwk.

Merasa khawatir tidak? Tentu. Tentu saja! Terlebih pulang kampung berarti harus memakai mobil sewa, dan itu juga berarti di dalam mobil harus berbaur dengan banyak orang yang kita tidak tahu dari mana asalnya.

Saat itu aku jadi dilema lagi. Pulang tidak, ya? Apalagi saat menelpon sopir langganan, katanya dia belum tentu ke Makassar. Alhasil telepon dari si Sopir membuatku berpikir; jangan-jangan ini pertanda supaya aku tidak usah pulang kampung dulu.

Selang beberapa saat, tiba-tiba tetanggaku, yang anaknya juga kuliah di kampus yang sama denganku, menelpon. Mengabari kalau anaknya memutuskan untuk pulang juga malam itu, dan kebetulan akan dijemput oleh bapaknya. Dan kabar baiknya, aku ditawari untuk ikut saja daripada mesti memakai mobil sewa.

Di detik-detik mendebarkan saat aku harus segera memilih antara pulang atau tidak, dan tiba-tiba tawaran baik itu datang di waktu yang tepat, sungguh itu adalah momen yang sangat kusyukuri.

Omong-omong, saat ini sudah masuk pekan kedua kuliah daring di kampusku. Seharusnya, kalau sesuai surat edaran yang pertama, besok adalah hari terakhir kuliah daring yang berarti balik lagi ke sistem semula alias tatap muka. Namun, karena ternyata wabah ini tidak menunjukkan niat baik untuk berakhir, akhirnya kuliah daring diperpanjang lagi hingga seminggu ke depan. Padahal sudah banyak teman-teman yang mengeluhkan sistem ini.

Aku pada hal-hal tertentu sepakat, misalnya ketika dosen meminta untuk melakukan presentasi via GCR atau yang lebih simpelnya lewat WAG. Presentasi lewat tatap muka saja kadang masih sulit buat dipahami, terlebih lewat daring. Namun, demikianlah risikonya daripada harus memaksakan ke kampus di tengah wabah ini. Lagi pula banyak sisi baiknya kok. Pasti ada. Tak perlu kusebutkan, teman-teman pasti menemukannya.

Semoga wabah Covid-19 segera berakhir, dan kita semua bisa menjalani hari-hari sebagaimana biasanya.

Tetap di rumah, di rumah lebih aman. 🌻

.

.

.

Maret 2020

2 thoughts on “Dilema

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s