A Girl and Three Sweetheart x The Chronicles of Audy: Mirip?

“Drama apa yang terakhir Kucca tonton?”

Kalau ini ditanyakan tiga atau empat hari yang lalu, tentu aku akan kebingungan dan mikir keras. Pasalnya lebih dari setahun terakhir ini, minat menonton dramaku turun drastis. Penyebabnya apa, aku juga tidak mengerti. Ya, sedang tidak selera saja. Bahkan, banyak teman yang bertanya perkembangan drama (drama Korea sih tepatnya) dan segala macam embel-embelnya padaku, dan mereka malah heran ketika aku hanya menggeleng dan bilang tidak tahu. Hahaha, gimana enggak, tiga-empat tahun lalu (bisa jadi lebih dari itu) aku boleh dibilang pengoleksi drama Asia, wkwk. Tapi sekarang malah kudet banget hihi.

Kemarin, tanpa sengaja di beranda media sosialku ada poster drama yang benar-benar mencuri perhatianku. Padahal tadinya hanya kulihat sekilas, tapi segera aku scroll-up layar ponsel dan memperhatikan lekat-lekat drama dengan judul A Girl and Three Sweetheart (Suki Na Hito Ga Iru Koro) itu, membaca sinopsis singkatnya dan… jjang! Setelah kubaca, ternyata aku langsung teringat salah satu novel berseri kesukaanku: The Chronicles of Audy oleh Orizuka!

Baik, baik. Aku tahu, di salah satu atau beberapa postinganku sebelum-sebelumnya aku pernah menyebut novel itu. Ya, gimana ya. Soalnya akutuh sesuka itu sama cerita The Chronicles of Audy. Simpelnya, novel ini itu ringan, sederhana, tapi benar-benar susah buat dilupain!

Lantas, karena pada dasarnya aku memang kepo, akhirnya kutelusurilah kerajaan gugel dan mengetik kata kunci: A Girl and Three Sweetheart The Chronicles of Audy. Ya, siapa tahu kan bukan cuma aku aja yang merasa drama ini mirip sama novel itu, hehe. Dan… hasilnya, aku dapat satu blog yang juga menyandingkan keduanya. Langsung deh, dalam hati aku menjerit, “Tuh kan! Ternyata enggak cuma saya aja yang langsung keinget 4R1A!” Kyaaaa, sesenang itu dapat satu yang punya pikiran senada, wkwk.

Alhasil, aku langsung beralih ke Youtube buat nonton drama itu, tapi nihil. Ada sih… cuma ya enggak lengkap! Tak menyerah sampai situ, aku balik ke Facebook, memasang judul drama (dorama dalam bahasa Jepang) itu di kolom pencarian dan.. yap! Dapat. Tapi, kok ya ‘cuma’ sampai episode 10, sih? Keluhku saat itu. Setelah berburu informasi, ternyata episodenya memang cuma segitu. Hahaha! Kekenyangan nonton drakor sih dulu, seringnya dapat yang 16 atau enggak 20 episode wkwk.

***

Gara-gara drama ini aku jadi sempat nethink sama Kak Orizuka (Maafin ya Kak Oriz, hwehwe:)). Jangan-jangan cerita 4R1A itu… tapi hipotesis buruk bin negatifku itu segera terpatahkan setelah kubaca bahwa drama ini baru rilis tahun 2016, sementara cerita keseruan 4R1A itu sudah lahir 3 tahun sebelumnya (2013), yaitu ketika seri pertamanya, The Chronicles of Audy: 4R, terbit untuk pertama kali. Sudah jelas dong kalau hipotesisku absurd banget! Orang drama ini baru rilis setelah seri terakhir dari novel ini (The Chronicles of Audy: 02) beredar di toko-toko buku. Lalu pikiran jahat muncul lagi… atau jangan-jangan malah sebalikya… ups, sudah-sudah. Namanya juga cerita ya kan, wajar bila ada kesamaan. Apalagi juga Kak Orizuka punya kaitan erat sama Jepang. Maksudku, bisa aja kan sumber inspirasi kedua penulis cerita kebetulan sama.

Akhirnya perdebatan di kepalaku usai dan aku memilih untuk mulai nonton maraton. Ya benar! Gak sampai dua hari, kelar sudah! Yang bikin mataku nyaman nonton tuh ya si Yamaken alias Kento Yamazaki (sebagai Kanata Shibasaki), yang acting-nya bikin melting sungguh! Ya, meski banyak yang bilang gaya berpakaiannya di dorama ini buluk, tapi segalanya jadi tak masalah gara-gara ketampanan sekaligus ke-cute-annya. Sikapnya, cueknya, tatapannya, senyumannya (yaampun, gingsulnya! EPIC!). Dan balik lagi ke hipotesis-hipotesisku tadi… dia tuh Rex Rashad (dari The Chronicles of Audy) versi Dorama banget sih pokoknya! Bahkan sampai rambutnya segala!

Ini aku panjang-panjangin enggak apa-apa ya, soalnya yang di kepalaku ini mesti banget dibagi, wkwk. Jadi, kalau Rex Rashad di cerita Orizuka itu genius banget di sekolah, nah kalau si Kanata di dorama ini geniusnya ada pada kemampuannya bikin masakan lezat. Uwu~ Kalau lihat Kanata beraksi di dapurnya tuh, remot di kepalaku pasti langsung pindah channel ke adegan Rex Rashad masak di rumahnya. 😀 Keduanya juga sama-sama lebih muda dari pemeran utama ceweknya. Aduh, pokoknya banyak kesamaannya, tapi samanya itu ya beda juga sih. EH(???) maksudnya gimana tuh~ Ya intinya gini sih; Mereka itu mirip, tapi bukan untuk dimirip-miripin. Lha, makin bingung, kan?!

Eh, ada perbedaan lainnya sih, kalau Rex (R3) itu anak ketiga di keluarga Rashad, si Kanata ini anak kedua di keluarga Shibasaki.

Selanjutnya si abang tertua. Sama seperti Rex dengan Kanata, Regan (R1) dengan Chiaki pun karakternya mirip, terutama dari segi tanggungjawab keduanya buat melindungi adik-adiknya, duh sweet banget kan kedua abang di dua cerita berbeda ini? Huwaaah. Keduanya rela berkorban banyak buat melindungi dan menjaga adik-adiknya. ❤

Nah terakhir—karena di drama A Girl and Three Sweetheart ini cuma bertiga (alias tanpa R4 (Rafael) kalau versi 4R1A)—ada si Touma dan Romeo (R2). Lagi-lagi, keduanya punya karakter yang mirip. Sama-sama ceria, cenderung badboy, senang menyenangkan orang lain ketika dirinya sendiri butuh dihibur dan tentunya punya hati yang hangat.

Kini, giliran tokoh utama ceweknya. Pemeran utama cewek di dorama ini adalah Mirei Kiritani berperan sebagai Misaki. Dan, sesuai tebakan, juga punya karakter yang enggak jauh berbeda dari Audy (dari The Chronicles of Audy). Sama-sama lugu, sama-sama menyukai si abang tertua dan—!spoilerrrr alerttttt!—punya kisah cinta yang berakhir sama!

Sebenarnya kemiripan kedua cerita ini tuh lumayan banyak, tapi tak mungkin kupaparkan semuanya kan, salah satu alasannya karena akan jadi BIG SPOILER nantinya, hehe.

EH! Satu lagi, Audy punya nama akhir Nagisa di cerita 4R1A dan salah satu pemeran pembantu di dorama ini juga bernama Nagisa!

***

Jadi, pemirsa yang budiman, sejujurnya tadi niatnya aku mau buat review drama A Girl and Three Sweetheart ini, cuma karena kupikir membahas kemiripannya dengan The Chronicles of Audy cukup menarik, makanya lahirlah curcolan panjang ini, hahaha. Mungkin, berikutnya baru akan kubuatkan reviewnya. Semoga!

Btw, drama ini jadi kayaknya bakal jadi drama yang sangat kurekomendasikan deh buat para pecinta 4R1A atau siapapun yang suka drama tentang keluarga.

Meski saat ini belum kureview, drama ini dapat 4 dari 5 bintang dariku. J

.

.

.

Februari 2020

8 thoughts on “A Girl and Three Sweetheart x The Chronicles of Audy: Mirip?

  1. Iiiiiiih samaaa. Saya juga suka Chronicle of Audy. Kawaii. Asik banget. Kalau gak Orizuka atau Winna Efendi, novel2nya cute. Duh jadi pingin baca lagi. Dam rekomend doramanya ntar kapan2 saya tengok deh 😁😁 ((edisi pagi2 gemess))

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s