Cermin (Cerita Mini): Eps. Bayu & Gia

“Hentikan mobilnya di sini, Bay!” Gia mengulang kalimat itu sampai tiga kali baru Bayu benar-benar membawa mobilnya melipir.

Hawa sejuk yang berembus dari persawahan di sekitar tempat mereka berhenti tampaknya tidak begitu berarti apa-apa bagi hati mereka yang memanas. Hati Gia saja sih sepertinya.

Gia keluar dari mobil dengan gerakan cepat. Tampak tak ingin berlama-lama menghabiskan waktu bersama lelaki yang dua hari lalu ia harapkan supaya datang menjemputnya dari desa antah berantah ini.

Gadis berambut seleher itu memandang sekeliling. Berharap sepagi ini akan ada paling tidak motor yang lewat yang bisa ia tumpangi balik ke Posko Kesehatan. Tapi sampai dua puluh menit berlalu, belum juga ada tanda-tanda. Bayu yang masih mengawasi Gia memilih keluar dari mobil dengan senyum tertahan.

“Kamu masih betah di pinggir jalan yang sepi ini atau ikut denganku ke Jakarta?”

“Ngapain kamu masih di sini? Balik aja sana ke Jakarta! Sen-di-ri-an!”

Bayu sama sekali tampak tak terusik oleh kalimat Gia barusan. Lelaki itu malah berjalan santai sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku lantas berdiri di sebelah Gia.

“Aku suka kamu kalau lagi ngambek gini. Lucu.”

Bukannya senang, Gia malah keki. Siapa juga yang ngambek?!

“Bukannya kamu sendiri yang bilang, kalau Singkawang nggak nyambut kamu dengan ramah?” ucap Bayu akhirnya, mengenang kejadian tiga bulan lalu saat Gia menelponnya hampir tiap sejam sekali demi menceritakan keluh kesahnya di tempat kerja barunya. “Sekarang sudah betah, sampai-sampai Jakarta jadi nggak sespesial itu lagi ya, Gi?”

“Gak juga!”

“Atau… ada yang spesial di Singkawang?”

“Ngomong apa sih, Bay!? Meracau kamu.”

“Lantas kenapa masih masih betah sih di sini? Kamu punya hak cuti, bisa gantian sama Hani juga, kan? Terus kenapa belum mau balik? Jakarta sudah rindu kamu lho, Gi.”

“Ya.. kemarin pas aku nelpon minta dijemput sama kamu itu, ya karena…” kata-kata Gia menggantung. Bingung harus menjelaskannya bagaimana.

“Karena kamu kangen aku?” tebak Bayu tak tanggung-tanggung. Meski saat itu Gia langsung melengos, Bayu sangat yakin tebakannya benar.

“Bay, warga tuh masih butuh aku. Mereka terpencil. Dokter jarang di sini. Singkawang boleh ramai, tapi desa ini tidak. Mereka terpinggir. Aku nggak sanggup ninggalin mereka. Mereka tanggung jawabku.”

Bayu seolah bisa memahami Gia. Ia tahu kekasihnya itu begitu loyal terhadap apa pun dan siapa pun, termasuk persoalan pekerjaan. Bagi gadis itu, mengabdi adalah salah satu cara menghidupkan kehidupan.

Bayu tersenyum jenaka saat memahami situasi yang ada, “Gi, minta aku buat tinggal lebih lama apa susahnya sih? Kamu tinggal bilang, dan aku akan tinggal beberapa hari lagi, sampai kamu izinin aku balik.”

Gia pelan-pelan tersenyum.

“Lain kali kalau kangen-kangenannya sama aku masih belum puas, tinggal bilang. Nggak usah pakai acara ngambek. Aku kan nggak bisa langsung paham maksudmu.” Bayu mengacak pelan pucuk kepala Gia.

“Kalau aku minta kamu tinggal sebulan, memangnya kamu mau?” tanya Gia akhirnya, sengaja memberi Bayu pertanyaan menjebak.

Hanya saja, Bayu jauh lebih jago persoalan menjawab. “Nggak maulah. Nanti pekerjaanku di Jakarta terbengkalai. Kalau terbengkalai, aku melarat. Memangnya kamu mau nikah sama orang melarat?”

Gia tersenyum lebih lebar, “Mau! Asal sama Bayu!”

“Enak aja main mau-mau aja.” Mereka lantas masuk ke mobil, memutar arah lanta kembali ke desa dengan senyum semringah.

***

.

.

.

Januari 2020

6 responses to “Cermin (Cerita Mini): Eps. Bayu & Gia”

  1. Aduh, siapa yang tebar-tebar kelopak sakura pakai gula di sini? Sakit gigi karena kemanisan, terpesona karena cling-cling dari Bayu.

    Bayu peka juga ya bisa tahu Gia ngambek karena pengin lama-lama sama dia 😂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: