Tempat Bersembunyi

Begini, waktu itu aku pernah buat postingan tentang keinginanku menemukan ruangan persembunyian baru, ya?

O, ya. Sedikit klarifikasi, ruangan persembunyian baru yang kumaksudkan adalah sesuatu yang seenggaknya dapat mewadahi hobiku tanpa intervensi dari orang lain, dari ‘masyarakat internet’ yang mengenalku di dunia nyata.

Dulu, Twitter adalah tempat persembunyianku. Sekarang tidak lagi karena kini, media sosial itu lebih banyak kugunakan buat ‘membuang sampah’ atau mengepoi hal-hal yang lagi tren, hehe.

WordPress juga dulu ingin kujadikan ruang persembunyian, tetapi kenyataannya WordPress adalah teman yang nyaman untuk kenal dengan banyak orang. Jadi menurutku tak layak dijadikan sebagai rongga untuk bersembunyi.

Beberapa hal enggak perlu dibagi. Kesenanganmu akan sesuatu enggak harus diketahui orang. Dahulu, aku memilih melakukan itu. Seru. Sampai akhirnya suatu hari tanpa kusadari, apa yang kujadikan tempat bersembunyi itu telah tiris ke mana-mana, ke siapa-siapa.

Tidak masalah, kok.

Sudahkah aku menemukan tempat persembunyian itu?

Tentu.

Dan maaf, untuk yang satu ini tak akan kubagi.

Saatnya untuk menghidupkan sesuatu yang disebut privasi atau aku biasa menyebutnya ‘kemerdekaan diri’.

Bagaimana denganmu? Sudahkah kau memerdekakan dirimu?

.

.

.

Januari 2020

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: