Komunitas Ikatan Kata

Maaf–aku tidak tahu ini maaf keberapa–untuk jarang sekali mengisi sesuatu di blog ini. Entah mengapa, belakangan ini aku kurang bisa mengatur waktu antara menulis, kerja tugas kuliah, dan melakukan aktivitas seputar kosan (alias bersih-bersih, dan sebagainya).

Oktober 2019 berlalu begitu saja, tanpa kesan manis yang berarti. Maksudku, jumlah tulisanku di Bulan Bahasa itu sungguh-sungguh mengecewakan diriku pribadi.

Lantas siapa yang patut disalahkan? Tak ada, selain diri sendiri. Ah, siapa suruh terlalu malas, siapa suruh terlalu memanjakan diri.

Sudah. Sudah. Cukup curhatnya!

Bulan Oktober itu, aku resmi bergabung dengan salah satu komunitas bloger Ikatan Kata yang diprakarsai oleh Mas Fahmi. Komunitasnya terbilang masih segar. Aku bergabung bersamaan dengan lahirnya komunitas ini–atau beberapa hari setelah komunitas ini lahir. Entahlah.

Mengapa aku memilih bergabung?

Sebenarnya, awalnya aku kurang yakin apakah harus bergabung atau tidak mengingat aku punya masalah besar terhadap konsistensi. Takut kalau-kalau tidak bisa memenuhi tuntutan komunitas. Namun, tak apalah mencoba dulu. Ini menjadi komunitas pertamaku (sebenarnya yang pertama adalah Blogger Perempuan Network, tetapi aku tidak terlalu paham bagaimana cara aktif di sana, hehe) dan syukur di komunitas ini bisa berkenalan dengan banyak bloger baru maupun yang sudah kenal cukup lama yang berarti bisa mendengar cerita-cerita baru dari mereka.

Kamu berminat bergabung? Bisa langsung ke sini, ya! 🙂

.

.

.

2 November 2019

NaNoWriMo 2019

Sumber: Pinterest

Berkat Komunitas Ikatan Kata, aku jadi tahu NaNoWriMo (National Novel Writing Month) dari Kak Rifina yang berbagi informasinya di grup komunitas.

Kebetulan karena aku juga sedang mencoba untuk menantang diri menyelesaikan satu naskah, makanya aku tertarik untuk bergabung.

NaNoWriMo menuntut kita menyelesaikan sebuah draf novel selama bulan November dengan total kata minimal 50000–sesuatu yang sepertinya agak mustahil bagiku, tetapi akan kuusahakan dengan sungguh-sungguh. InsyaAllah.

Meski sebenarnya tak ada hukuman apapun kalau kita tidak menyelesaikannya dan tak dapat apa-apa juga kalau kita berhasil–kecuali naskah yang terbengkalai atau naskah yang selesai tentunya–even tahunan ini cukup menarik minatku. Aku berharap benar-benar dapat menghasilkan setidaknya satu draf pertama novelku melalui NaNoWriMo ini. 🙂

Sejujurnya, draf naskah yang kudaftarkan di NaNoWriMo sudah kutulis lebih dari 3000-an kata. Meski begitu di even ini aku tidak menghitungnya–meskipun awalnya sempat berniat curang pada diri sendiri sih, hahaha.

Aku murni menghitung kata yang benar-benar kutulis bulan ini saja, selain melatih kejujuran terhadap diri sendiri bisa juga jadi ajang refleksi diri selama menulis, misalnya kalau tidak memenuhi jumlah kata minimum dalam satu hari, bisa diusahakan agar besoknya bisa menulis dengan jumlah kata yang melebihi standard (itu kalau kuat, sih, wkwk).

Tertarik ikutan? Sepertinya belum terlambat–meskipun kamu harus bekerja keras untuk menulis lebih banyak kata per hari dibanding orang lain yang sudah mulai sejak awal bulan. Kamu bisa langsung log in ke website NaNoWriMo, ya!

Mari berjuang sama-sama! Semoga kita berhasil! 🙂

.

.

.

2 November 2019